Mengalami Kegagalan untuk Tumbuh
Kemarin merupakan hari yang paling mengagetkan dan lumayan menyedihkan buat gue. Pagi hari, gue ngelakuin banyak hal yang sebenarnya gak terlalu perlu banget, misalnya scrolling sosmed, nonton Youtube, dan nonton random film di website penyedia streaming bajakan (jujur, untuk hal yang satu ini gue ngerasa berdosa banget). Akan tetapi, ada juga beberapa hal yang sebenarnya menurut gue agak positif, yaitu kebiasaan gue dalam membersihkan rumah, ngopi rutin antara rentang dari pukul 9:00 - 14:00 WIB, dan excercise yang cukup ningkatin performa gue.
Siang hari, gue semakin terhanyutkan dalam kegilaan yang gue alami, terutama nonton series video di Youtube. Waktu itu, gue kecanduan banget nonton series-nya OK JEK (salah satu series komedi yang memakai premis mengenai kehidupan tukang ojek online). Gue udah nonton dari episode 1 banget sampai episode 70-an, tiap episodenya ada sekitar 3 part, tiap part-nya ada sekitar minimal 5 menitan, dari yang gue jabarkan tersebut pastinya bisa kelihatan berapa banyak waktu yang gue habiskan. Akan tetapi, gue kembali melakukan hal-hal positif, walaupun kalau diakumulasikan hal positif tersebut masih kalah jauh dari akumulasi keseluruhan hal negatif menurut gue atau yang kurang optimal saat gue lakukan. Salah satunya hal yang gue lakukan adalah ngebuat video Youtube dan excercise tipis-tipis, misalnya makan. Video yang gue buat sebenarnya sangat simpel, bahkan terkesan bisa secara otomatis dibuat dengan sebuah bahasa pemrograman sederhana, tapi bagi gue jelas bahwa sesederhana apa pun bahasa pemrogramannya pasti bikin bingung.
Sore hari, gue ngelakuin hal yang sebenarnya gak jauh beda sama yang gue lakuin pas siang tadi. Hanya saja, gue di sore hari biasanya ngelakuin hal sangat-sangat lebih sedikit, karena rentang waktunya juga gak sepanjang siang. Paling-paling hal positif yang gue lakukan adalah mandi untuk kedua kalinya setelah pagi hari tadinya gue mandi juga. Hal tersebut gue lakukan supaya punya basis pembentukkan kebiasaan yang jelas dan bisa gue lakukan tiap harinya secara jelas juga. Dengan demikian itu, semua hal yang gue lakukan pada waktu sore hari cenderung akan lebih sedikit dibandingkan waktu-waktu lainnya.
Malam hari tadi, gue ada janji sam staf gue di salah satu kepanitiaan untuk mengadakan meet pada pukul 21:00 WIB. Gue rencananya mau bahasa mengenai detail-detail penting dari jenis lomba di kepanitiaan yang gue ikuti. Tibalah pukul 9 malam, gue masuk ke link meet yang sebelumnya sudah gue buat. Gue gabung, ditambah satu orang dari staf gue juga gabung dan diikutin sama staf-staf lainnya dan juga atasan gue di kepanitiaan tersebut. Waktu gue mulai meet-nya dengan sebuah diskusi, gue ngerasa masih baik-baik saja dan juga proses diskusinya masih berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Akan tetapi, beberapa detik, menit, dan jam berikutnya ternyata gue justru ngalamin yang namanya kikuk, bingung mau ngomong apa, obrolan kacau, dan jujur aja di momen-monen tersebut gue ngerasa banget kalau orang-orang yang mengikuti meeting pada waktu itu ngerasa gak nyaman banget, bahkan dari nada bicaranya ada yang kepengen cepat-cepat leave.
Malam itu, kejadiannya gue banyak banget ngelakuin kesalahan, banyak banget juga mesti improve hal-hal yang udah gue jalanin. Gue dalam hati waktu itu mikirnya yang penting selesai saja dan gue bisa secara jujur menyampaikan progres yang udah gue lakuin ke atasan gue supaya gue bisa atau udah dikerjain. Selesai dari itu, gue ngerjain hal-hal yang sebelumnya udah dapat koreksi dan juga ngasih info ke grup mengenai hasil koreksian gue. Pada pukul setengah duaan pagi hari, gue ngasih infonya dan so-soan asik ngasih infonya menggunakan kata-kata yang menurut cukup asik, padahal kalau gue baca lagi itu menjijikan banget dan juga gak sepantasnya gue ngasih infonya menggunakan metode dengan kata-kata kayak gitu.
Dari semua hal yang terjadi, gue harap ke depannya bisa jadi lebih baik lagi dan gue juga bisa terus-terusan menjadi pribadi yang mempunyai mental growth agar bisa terus tumbuh. Lahaula!
Komentar
Posting Komentar