Rutinitas
Semalam, dalam pengalaman yang penuh drama, saya berhasil menjalankan rutinitas self-affirmation yang biasanya terasa sulit dilalui. Tetapi, malam itu, seperti dalam kisah petualangan yang tak terduga, sebuah hambatan muncul dengan begitu tiba-tiba dan menantang, dalam bentuk pintu asrama yang terkunci rapat. Dan apa yang lebih menggelitik, handuk kesayangan saya terperangkap di dalam, seolah-olah menjalani petualangan tersendiri. Saya merasa seperti dalam adegan film thriller, berada dalam situasi tanpa harapan, di mana sang hero harus menemukan cara untuk melawan segala rintangan.
Dalam kebingungan dan ketidakpastian itu, saya merasa tidak punya pilihan selain beradaptasi dengan cara yang tak terduga. Dengan tekad yang tak tergoyahkan, saya memutuskan untuk mencuci wajah dengan sabun cuci muka andalan saya, Nivea Men, seolah-olah berlomba melawan waktu untuk mencapai kemenangan dalam "Olimpiade Sabun Muka."
Di dalam kamar mandi yang hampir sepenuhnya gelap, hanya diterangi oleh semburat cahaya samar, saya merasa seperti seorang detektif yang mencari petunjuk dalam kasus yang sulit. Dan pada titik ini, tindakan selanjutnya adalah sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikiran saya: wudhu. Meskipun seharusnya ini adalah bagian dari rutinitas setelah mandi yang nyaman, malam itu saya menemukan arti yang mendalam dalam setiap gerakan. Setiap tetes air yang saya gunakan untuk membersihkan wajah dan tangan menjadi simbol keberanian dan ketabahan dalam menghadapi tantangan tak terduga.
Wudhu, seperti sebuah ritual suci di tengah ketidakpastian dan kebingungan, memberikan kesempatan untuk merenung dan berhubungan dengan diri sendiri, bahkan dalam situasi yang tak terduga. Saya merasa seperti seorang mistikus yang menemukan kedamaian dalam kesederhanaan dan ritual sederhana. Mungkin, Tuhan sedang berbicara dengan saya melalui detik-detik ini, mengingatkan saya untuk tetap berpegang pada nilai-nilai dan komitmen saya bahkan ketika situasi seakan-akan berada di luar kendali.
Dalam keadaan sulit seperti itu, saya belajar untuk tetap berkomitmen pada diri sendiri dan menjalani rutinitas yang saya yakini akan membawa perubahan positif dalam hidup saya. Terkadang, saat kita dihadapkan pada tantangan, kita bisa menemukan kekuatan dalam rutinitas sehari-hari yang mungkin dianggap sepele. Itulah yang saya rasakan semalam, di bawah cahaya samar dan dengan sabun cuci muka sebagai sahabat setia. Saya bahkan menertawakan diri sendiri dalam ketidakpastian tersebut, berpikir, "Siapa sangka bahwa petualangan ini akan membawa saya lebih dekat dengan diri sendiri dan membuat saya bersahabat dengan sebotol sabun!"
Komentar
Posting Komentar