Repeated Games in Repeated Moment: Balas di Semester Ini Apa Kabarnya?
Hari ini merupakan hari pertama gw memasuki masa perkuliahan di kampus gw. Hari yang gw harapkan bisa membuka jalan yang oke, berupa kebaikan-kebaikan dan perkembangan-perkembangan hidup, buat kehidupan gw ke depannya, at least di perkuliahan semester ini. Semua target yang sudah gw buat sebegitu rigid dan cukup detail juga, walaupun tinggi banget. Jadi, so far, gw udah ngerasa cukup siap dan tinggal aksi atau eksekusinya aja, jadi harapannya gak ada momen-momen otak gw mesti kelayapan gak jelas akibat masalah-masalah yang tidak seharusnya ada.
Selain itu, kebetulan juga, perkuliahan pertama gw dijalanin secara online dikarenakan kondisi kesehatan dosen gw sehingga tidak bisa hadir secara langsung di kampus. Gw sebenarnya ngerasa fine dengan proses perkuliahan yang dijalankan secara online ini, toh tetap interaktif dan tetap insightful juga proses perkuliahannya, fyi dosen gw merupakan salah satu guru besar di kampus. Namun, penyampaian materi sebenarnya dilakukan dengan menonton penjelasan dosen melalui platform meet, ini mungkin bisa dibilang inefisiensi, padahal bisa saja rekaman tersebut di-share ke mahasiswa sehari sebelum perkuliahan supaya proses perkuliahannya berarti tinggal bagian q&a saja, dan yang gw lihat juga sebenarnya antusias mahasiswa buat bertanya cukup banyak. Jadi, berbagai hal di awal kembali perkuliahan gw berjalan cukup baik sejauh ini.
Jujur, hari ini, gw ngerasa cukup fulfillment dengan kondisi mental gw hari ini. Gw merasa happy, di mana hampir semua resolusi hari ini bisa gw jalani. Mulai dari malamnya, gw ngelakuin berbagai ritual yang biasa dijalanin dengan cukup optimal. Ritualnya itu berupa afirmasi yang gw lakukan dengan menuliskan berbagai hal yang ingin dicapai dan ingin terjadi dengan diri gw melalui aplikasi Google Notes. Lalu, tiap sebelum tidur, gw akan membacanya sebanyak tujuh kali sembari berusaha membayangkannya lagi sebelum gw benar-benar bisa memejamkan mata. Ini sangat personal, jadi kalau ada yang tahu apa yang gw lakukan, sepertinya akan sangat awkward sehingga gw berhati-hati banget dalam melakukan ritual tersebut.
Dengan berbagai upaya yang gw bisa dan lakukan, harapannya berbagai resolusi yang gw tetapkan untuk semester ini bisa berjalan dengan baik dan terus membaik lagi juga setelah-setelahnya. Tetap mengulang hal-hal baik, walaupun tidak adanya willingness dalam diri merupakan praktik sesungguhnya dari kedisiplinan. Disiplin merupakan sesuatu yang terasa berat dalam jangka pendek, tetapi meringankan banyak hal, khususnya dalam menjalani kebaikan-kebaikan tersebut, dalam jangka panjang. Jadi, ke depannya, gw berharap banget bisa melakukan banyak hal baik berulang-ulang sampai gw tidak merasa lagi kalau hal tersebut adalah kegiatan baik yang harus gw lakukan sehingga hanya terasa sebagai sebuah kegiatan alami dan naluriah, serta secara intuitif bisa dijalankan.
Hal-hal yang sudah terlalu sering diulang, biasanya menemukan momen di mana kita sangat butuh untuk melakukannya. Namun, buruknya, hal-hal baik yang dilakukan, bahkan mungkin sampai dilakukan beribu atau berjuta kali, bisa saja roboh oleh satu kejadian dengan tidak melakukan akibat adanya suatu insiden yang sangat urgent. Kesalahannya sebenarnya bukan pada tidak melaksanakan satu kali tersebut, melainkan keinginan untuk sempurna, dalam arti lain berpandangan bahwa 'all or no' yang mana sangat tidak rasional dan tidak mempertimbangan kemanusiaan sama sekali. Oleh karena itu, kita penting untuk berpikir bahwa satu kejadian tidak sebegitu berartinya dibandingkan dengan berapa banyak yang udah dilakukan. Bayangkan saja, misal tidak melakukan setelah ribuan kali melakukan yang berarti hanya 0,0...% saja kejadian tersebut dari sebegitu banyaknya proses baik yang sudah dilakukan. Apakah pemikiran kita akan setidak adil itu, menganggap hal-hal baik tidak hanya karena satu 'keburukan' saja yang dilakukan, itu pun karena kondisi urgent.
Gw berharap dan mendoakan semoga kita semua bisa mencapai resolusi-resolusi tahun ini dengan baik. Lalu, walaupun tidak 100% tercapai, kita setidaknya bisa mensyukuri dan mengambil banyak pelajaran dari berbagai hal yang kita lalui selama setahun ini. SEMANGAT! KITA SEMUA KEREN DAN HEBAT! KITA SEMUA BISA SUKSES DAN BAHAGIA DENGAN KESUKSESAN YANG KITA CAPAI!
Komentar
Posting Komentar