Projek Kesialan

        Malam tadi, gue ngalamin hal yang lumayan tidak mengenakan. Gue yang awalnya berniat untuk menyelesaikan projek yang telah diamanahkan ke gue jauh-jauh hari, tetapi gak jadi karena gue ketiduran. Padahal waktu itu, gue hanya selonjoran di kursi dan awal-awal selonjoran gak ngerasa ngantuk sama sekali, makanya gue terkejut dan teramat sangat merasa gak handal dalam mengatur diri waktu itu. Gue malam itu pokoknya ngerasa sial sesial-sialnya. Kalau gue diberi kesempatan untuk ngumpat sebanyak-banyaknya dan sekeras-kerasnya juga, maka kemungkinan besar gue akan dengan sigap melakukan hal tersebut.

        Paginya, gue bangun dalam keadaan cemas. Gue menatap langit-langit rumah, mengusap wajah perlahan, dan meniatkan diri untuk bangun dengan memaksakan tubuh gue untuk berubah posisi dari yang tadinya tidur ke posisi duduk. Jujur, gue langsung buru-buru cek hp dan dilanjutkan dengan cek laptop gue juga. Gue dalam hati terus-terusan bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi dengan diri gue semalam yang lalu. Gue menyalakan laptop dengan tergesa-gesa. Mata gue melotot setengah perih, karena masih penuh dengan belek. Hal ini terasa banget apalagi pada saat gue berusaha menekan tombol laptop dan tangan gue kinclong oleh uluran belek yang tak sengaja terpegang.

        Akan tetapi, pagi itu gue gak ada siasat sama sekali untuk memulai dalam memperbaiki atau melanjutkan projek yang telah dibuat. Gue malah asik membuka menu subscription yang ada. Gue nonton video motivasi, komedi, sampai dengan video yang sama sekali gue gak tau apa genrenya, yang jelas gue ngabisin waktu buat nonton Youtube banyak banget. Setelah beberapa video diputar, baterasi laptop gue mengindikasikan perlunya dicas sehingga gue memutuskan untuk mengecas dulu laptop gue sebelum digunakan untuk menyelesaikan projek yang gue miliki. Gue pun cas laptopnya. Gue tinggal mandi dulu selama beberapa saat. 

        Setelah beberapa jam berlalu, gue kembali menyingkapkan jalur masuk ke kamar gue. Gue menatap laptop yang sudah dengan indahnya mengindikasikan baterainya terisi penuh. Gue mencabut casan laptop gue. Gue simpan casannya di bawah meja belajar. Berikutnya, gue kembali menghidupkan laptop yang sebelumnya gue matiin dulu sebelum dicas. Laptop gue mampu hidup kembali dengan nyaman setelah sekitar empat menit setelah gue menekan tombol untuk menghidupkannya. Terbukalah layar laptop dan gue mulai mengoneksikannya ke wifi rumah. Setelah itu, gue memulai pengerjaan projek gue yang sudah ditelantarkan selama beberapa hari akibat berbagai distraksi yang muncul menghampiri kehidupan gue. Setelah itu, semua kembali normal seperti biasanya dan gue menyelesaikan proses pengerjaan projek gue.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terbantai Statlan

Repeated Games in Repeated Moment: Balas di Semester Ini Apa Kabarnya?

Rutinitas